19 September 2010

DASAR PERTOLONGAN PERTAMA

BAB I. DASAR PERTOLONGAN PERTAMA
Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegah cacat atau maut.

Tujuan Pertolongan Pertama
  1. Menyelamatkan jiwa penderita
  2. Mencegah cacat
  3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu Dalam perkembangannya tindakan pertolongan pertama diharapkan menjadi bagian dari suatu sistem yang dikenal dengan istilah Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu, yaitu sistem pelayanan kedaruratan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan.

Komponen Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu:
1. Akses dan Komunikasi
Masyarakat harus mengetahui kemana mereka harus meminta bantuan, baik yang umum maupun yang khusus.
2. Pelayanan Pra Rumah Sakit Secara umum semua orang boleh memberikan pertolongan.
Klasifikasi Penolong:
a. Orang Awam Tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongan pertama
b. Penolong pertama Kualifikasi ini yang dicapai oleh KSR PMI
c. Tenaga Khusus/Terlatih Tenaga yang dilatih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan di Lapangan
3. Tansportasi Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi Dasar Hukum
Di dalam undang-undang ditemukan beberapa pasal yang mengatur mengenai Pertolongan Pertama, namun belum dikuatkan dengan peraturan lain untuk melengkapinya. Beberapa pasal yang berhubungan dengan Pertolongan Pertama antara lain : Pasal 531 K U H Pidana “Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau
mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-. Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan : KUHP 45, 165, 187, 304 s, 478, 525, 566”

Persetujuan Pertolongan Saat memberikan pertolongan sangat penting untuk meminta izin kepada korban terlebih dahulu atau kepada keluarga, orang disekitar bila korban tidak sadar. Ada 2 macam izin yang dikenal dalam pertolongan pertama :
1. Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat (Implied Consent)
Persetujuan yang diberikan pendarita sadar dengan cara memberikan isyarat, atau penderita tidak sadar, atau pada anak kecil yang tidak mampu atau dianggap tidak mampu memberikan persetujuan
2. Pesetujuan yang dinyatakan (Expressed Consent) Persetujuan yang dinyatakan secara lisan maupun tulisan oleh penderita. Alat Perlindungan Diri
Keamanan penolong merupakan hal yang sangat penting, sebaiknya dilengkapi dengan peralatan yang dikenal sebagai Alat Perlindungan Diri antara lain :
  • Sarung tangan lateks Pada dasarnya semua cairan tubuh dianggap dapat menularkan penyakit.
  • Kaca mata pelindung Mata juga termasuk pintu gerbang masuknya penyakit kedalam tubuh manusia
  • Baju pelindung Mengamankan tubuh penolong dari merembesnya carian tubuh melalui pakaian.
  • Masker penolong Mencegah penularan penyakit melalui udara
  • Masker Resusitasi Jantung Paru Masker yang dipergunakan untuk memberikan bantuan napas
  • Helm Seiring risiko adanya benturan pada kepala meningkat. Helm dapat mencegah terjadinya cedera pada kepala saat melakukan pertolongan.

Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama Dalam menjalankan tugasnya ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan :
  • Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya.
  • Dapat menjangkau penderita.
  • Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa.
  • Meminta bantuan/rujukan.
  • Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban
  • Membantu pelaku pertolongan pertama lainnya.
  • Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita.
  • Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat.
  • Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi.
Kualifikasi Pelaku Pertolongan Pertama Agar dapat menjalankan tugas seorang petugas penolong harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :
a. Jujur dan bertanggungjawab.
b. Memiliki sikap profesional.
c. Kematangan emosi.
d. Kemampuan bersosialisasi.
e. Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi PMI. Secara berkesinambungan mengikuti kursus penyegaran.
f. Selalu dalam keadaan siap, khususnya secara fisik
g. Mempunyai rasa bangga.
Fungsi Alat dan Bahan Dasar Dalam menjalankan tugasnya ada beberapa peralatan dasar yang sebaiknya tersedia dan mampu digunakan oleh penolong di antaranya :
1. Alat dan bahan memeriksa korban
2. Alat dan bahan perawatan luka
3. Alat dan bahan perawatan patah tulang
4. Alat untuk memindahkan penderita
5. Alat lain yang dianggap perlu sesuai dengan kemampuan
http://www.pmr-sman11bdg.blogspot.com

27 Oktober 2009

INFO PERTANDINGAN

Hari ini Selasa (27/10) pertandingan bola voli antar kelas dalam rangka HUT SMAN 1 Banjarharjo dimulai. Meski kondisi lapangan becek karena hujan, tapi peserta sngat bersmangat. Hasil pertandingan hr ini antara kelas XIIA2 Vs XIIS4 dimenangkan oleh kelas XIIS4. Jalannya pertandingan sangat seru sekali.

16 Oktober 2009

PENGUMUMAN UNTUK CALON ANGGOTA PMR

SIAMO............
Berdasarkan hasil Musyawarah Pengurus PMR Unit Banjarharjo pada tanggal 13 Oktober 2009, menyatakan bahwa:
  1. Yang dimaksud sebagai Calon Anggota PMR merupakan siswa yang telah memilih Ekskul PMR dan belum dilantik menjadi Anggota PMR.
  2. Seluruh Calon Anggota PMR wajib mengikuti Pelatihan Rutin PMR setiap hari Selasa.
  3. Pelaksanaan Pelatihan PMR pada hari Selasa, jam 14.00 s.d. 15.30 WIB di Ruang Kelas X1 s.d. X3, pelaksanaan Pelatihan dilaksanakan apabila terpasang bendera PMR atau adanya pemberitahuan.
  4. Bagi yang tidak bisa mengikuti Pelatihan bisa membuat surat izin yang telah ditandatangani oleh Pembina PMR.
  5. Bagi yang tidak mengikuti Pelatihan tanpa izin akan ditindak lebih lanjut.

Itulah hal yang bisa kami sampaikan, tentu seluruh hasil musyawarah tidak kami beritahukan secara keseluruhan. Maka dari itu, untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi Sekretariat PMR Unit SMA N 1 Bajarharjo.

Terimakasih!!!!!

SIAMO!!!!!!!!!!......................

Oleh: Ketua PMR

04 September 2009

DOKUMENTASI HAKKING



24 Agustus 2009

DOKUMENTASI POST TEST